Xavi: Isu Soal Wasit Relatif
Duel el clasico antara Barcelona dan Real Madrid hampir selalu diwarnai dengan kontroversi, tak terkecuali dengan pertempuran kedua tim terbesar Spanyol itu di second leg perempat-final Copa del Rey, yang baru saja digelar Kamis dinihari WIB.
Kubu Los Merengues merasa amat dirugikan dengan beberapa keputusan wasit Fernando Teixeira yang dinilai menguntungkan Azulgrana, terutama dianulirnya gol Sergio Ramos dan kemudian kartu merah bagi pemain belakang 25 tahun itu.
Sementara pihak El Barca menilai Madrid seharusnya sudah bermain dengan sepuluh orang sebelum half-time karena pelanggaran Lassana Diarra terhadap Lionel Messi pantas dihadiahi kartu kuning kedua.
Laga sendiri berkesudahan sama kuat 2-2 yang berarti Madrid harus terlempar dari Piala Raja karena di leg I takluk 2-1.
Bagi Xavi Hernandez, dirigen permainan The Catalans, permasalahan soal kepemimpinan wasit ini bersifat relatif, tergantung dari sudut mana memandangnya.
"Isu berkaitan dengan wasit relatif. Ketika menyudahi pertandingan, Anda berpikir bahwa keputusannya merugikan Anda, tapi Madrid pun berpikiran sama meski pelanggaran Lass sebenarnya sangat layak diganjar kartu kuning kedua," kata Xavi dalam jumpa pers usai laga.
"Wasit menghasilkan kerugian bagi kedua belah pihak," tambah pemain yang genap berusia 32 tahun tepat di hari laga tersebut.
Saat mendapat pertanyaan soal lolosnya Pepe dari sanksi setelah menginjak Lionel Messi di duel pertama pekan lalu, Xavi menjawab, "Dia pemain utama Madrid, jadi wajar jika dipasang."
"Tapi saya terkejut dia tak menerima hukuman. Padahal kita telah melihat contoh-contoh dari negara lain yang patut dijadikan acuan. Saya berharap mereka bertindak untuk memperbaiki peraturan soal ini."
Mengenai jalannya pertandingan, gelandang timnas Spanyol ini berkomentar, "Menghadapi sebuah tim super, kami menderita lebih dari yang kami bayangkan sebelumnya meski kami mendominasi hingga 15 menit babak kedua."
"Kami superior di Bernabeu, tapi hari ini tak demikian, namun secara keseluruhan kami unggul di dua laga. Sekarang saat untuk menikmati dan merayakannya."
Kubu Los Merengues merasa amat dirugikan dengan beberapa keputusan wasit Fernando Teixeira yang dinilai menguntungkan Azulgrana, terutama dianulirnya gol Sergio Ramos dan kemudian kartu merah bagi pemain belakang 25 tahun itu.
Sementara pihak El Barca menilai Madrid seharusnya sudah bermain dengan sepuluh orang sebelum half-time karena pelanggaran Lassana Diarra terhadap Lionel Messi pantas dihadiahi kartu kuning kedua.
Laga sendiri berkesudahan sama kuat 2-2 yang berarti Madrid harus terlempar dari Piala Raja karena di leg I takluk 2-1.
Bagi Xavi Hernandez, dirigen permainan The Catalans, permasalahan soal kepemimpinan wasit ini bersifat relatif, tergantung dari sudut mana memandangnya.
"Isu berkaitan dengan wasit relatif. Ketika menyudahi pertandingan, Anda berpikir bahwa keputusannya merugikan Anda, tapi Madrid pun berpikiran sama meski pelanggaran Lass sebenarnya sangat layak diganjar kartu kuning kedua," kata Xavi dalam jumpa pers usai laga.
"Wasit menghasilkan kerugian bagi kedua belah pihak," tambah pemain yang genap berusia 32 tahun tepat di hari laga tersebut.
Saat mendapat pertanyaan soal lolosnya Pepe dari sanksi setelah menginjak Lionel Messi di duel pertama pekan lalu, Xavi menjawab, "Dia pemain utama Madrid, jadi wajar jika dipasang."
"Tapi saya terkejut dia tak menerima hukuman. Padahal kita telah melihat contoh-contoh dari negara lain yang patut dijadikan acuan. Saya berharap mereka bertindak untuk memperbaiki peraturan soal ini."
Mengenai jalannya pertandingan, gelandang timnas Spanyol ini berkomentar, "Menghadapi sebuah tim super, kami menderita lebih dari yang kami bayangkan sebelumnya meski kami mendominasi hingga 15 menit babak kedua."
"Kami superior di Bernabeu, tapi hari ini tak demikian, namun secara keseluruhan kami unggul di dua laga. Sekarang saat untuk menikmati dan merayakannya."

Leave a Comment